Kinerja ekspor Jawa Timur semakin membaik seiring dengan pulihnya perekonomian dunia sejak awal tahun ini. Hal ini bisa dilihat dari realisasi ekspor Jatim selama semester I/2010 yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, nilai ekspor Jatim selama semester I/2010 mencapai US$6,862 miliar. Realisasi ekspor tersebut naik sebesar 58,26% dibanding tahun 2009 di periode yang sama yang hanya mencapai US$ 4,336 miliar.
“Realisasi ekspor di tahun ini cukup menggembirakan karena mengalami kenaikan yang cukup besar, mencapai sekitar 58,26%,” ungkap Kepala BPS Jatim Irlan Indrocahyo.
Kenaikan terbesar terjadi pada ekspor migas yang mengalami kenaikan sebesar 437,44%, dari US$155,183 juta di semester I/2009 menjadi US$834,025 juta di 2010 pada periode yang sama. Sementara ekspor non migas mengalami kenaikan sebesar 44,18%, dari US$4,180 miliar di semester I/2009 menjadi US$6,028 miliar di semester I/2010.
“Meski mengalami kenaikan sebesar 427,44%, kontribusi ekspor migas hanya sekitar 12,16% terhadap total ekspor Jatim pada semester I/2010. Kontribusi terbesar masih dari ekspor non migas sebesar 87,84%,” terangnya.
Sementara ekspor nonmigas Jatim masih didominasi oleh komoditas tembaga yang mencapai US$1,125 miliar, naik sebesar 60,78% dari semester I/2009 yang mencapai US$700, 120 juta. Disusul oleh komoditas bahan kimia organik yang mencapai US$754,878 juta, naik 155,98% dari semester I/2009 yang mencapai US$294,896 juta.
“Dua komoditas tersebut berkontribusi terhadap total ekspor non migas Jatim mencapai sekitar 31,19%,” ungkapnya.
Berdasarkan negara tujuan, Jepang menjadi negara tujuan ekspor Jatim terbesar Jatim dengan realisasinya sebesar US$1,121 miliar atau sekitar 18,6% dari total ekspor non migas, disusul Amerika Serikat sebesar US$617,110 juta atau sekitar 10,24% dan Malaysia sebesar US$614,830 juta atau 10,20%. (kabarbisnis)