kabarbaru-Sampang-Niat baik Bupati Sampang Noer Tjahja, untuk memberikan zakatnya kepada ribuan penarik becak dan ratusan kaum Du’afa serta pasukan kuning berakhir ricuh.
Kericuhan terjadi akibat ratusan penarik becak mengaku tidak mendapat kupon. Mereka menerobos dan menuntut untuk mendapatkan zakat dari Bupati, Sabtu (4/9).
Awalnya, zakat mal (zakat harta kekayaan) Bupati Noer Tjahya, yang dilangsungkan di Pendopo Bupati kepada 1000 penarik becak, 750 kaum du’afa serta 117 pasukan kuning, berjalan lancar.
Sebanyak 112 Personil kepolisian Polres setempat, dikerahkan untuk mengamankan jalannya pelaksanaan pembagian zakat. Namun, tak mampu mengendalikan massa penerima zakat yang melebihi kapasitas.
Zakat mal yang di keluarkan Bupati, berupa uang sebesar Rp 50.000 dan sebungkus nasi untuk berbuka puasa.
Tak sabar menanti hingga berjam-jam lamanya tidak ada kepastian kapan zakat diberikan, akhirnya ratusan tukang becak yang tidak mendapat kupon berusaha menerobos pintu yang dijaga ketat para petugas kepolisian dan anggota Satpol PP.
para petugas yang berjaga, tidak bisa menguasai keadaan, hingga akhirnya pintu pagar pun jebol. Melihat keadaan makin tak terkendali, akhirnya panitia memutuskan sebagian dari mereka mendapatkan uang sebesar Rp 20.000, tanpa mendapat sebungkus nasi untuk berbuka puasa.(zb)
Matur nuwun atas tip2-nya, salam sukses selalu