Subscribe:Posts Comments

You Are Here: Home » Bumi Kita, Nasional » 34 Gunung Berapi Mirip Sinabung

kabarbaru- Ada sekitar 34 gunung berapi di Indonesia menurut katagori Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) termasuk dalam gunung berapi tipe B. Diantaranya  termasuk Gunung Sinabung, Sumatra Utara yang baru saja meletus.

Gunung berapi tipe B adalah gunung berapi yang sudah beratus-ratus tahun tidak terdeteksi aktivitas vulkanisnya, namun masih memiliki potensi meletus setiap saat.

“Di Sumatra Utara ada dua Sibayak dan Sinabung. Di pulau Jawa ada gunung Wilis dan Merbabu yang tingginya melebihi gunung Merapi, termasuk tipe B. Danmasih banyak lainnya di Jawa, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara dan Maluku,” kata Kepala PVMBG Surono saat dihubungi BBC Indonesia.

Namun, lanjut Surono, puluhan gunung berapi itu sejauh pengamatan PVMBG tidak sesignifikan Gunung Sinabung, Sumatra Utara. Meski demikian, gunung-gunung itu tetap berpotensi bahaya.

“Namanya gunung aktif, semuanya berpotensi berbahaya. Semuanya aktif hanya saja tidak dikenali aktivitasnya. Tetapi saya tidak bisa mengatakan mana yang tidak berpotensi. Itu namanya meramal,” tambah Surono.

Meski tidak dikenali aktivitas vulkanisnya, lanjut Surono, kondisi gunung-gunung tipe B terus diamati meski tidak secara terus menerus. Dan saat ini, tambah Surono, PVMBG tengah mengamati Gunung Sibayak yang lokasinya tidak jauh dari Gunung Sinabung.

“Dengan kondisi Sinabung meletus, kami tidak mengabaikan pemantauan gunung berapi tipe B lain seperti Sibayak yang dekat dengan Sinabung,” papar Surono.

Tak berkaitan

Dalam satu bulan terakhir tercatat beberapa gunung berapi di Indonesia meletus. Antara lain, Gunung Karangetang, Sulawesi Utara dan Gunung Baru Jari di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Menurut Surono letusan gunung berapi yang hampir bersamaan ini tidak berkaitan satu sama lainnya.

“Indonesia memiliki setidaknya 129 gunung berapi aktif. Dan setiap tahun kami sudah menskenariokan ada lima gunung berapi yang meletus hampir bersamaan,” kata Surono.

Skenario seperti ini dibuat, lanjut Surono, agar pemerintah tetap bersiaga dan bisa memberikan perlindungan optimal untuk masyarakat dengan semua sumber daya yang ada.

Sebanyak 80 gunung berapi termasuk tipe A atau pernah meletus setelah tahun 1600-an, sekitar 34 buah adalah gunung api tipe B atau letusan terakhir tercatat sekitar tahun 1600-an dan sisanya adalah gunung api tipe C yang sama sekali tidak ada data letusannya.

Patokan tahun 1600 digunakan karena saat itu Belanda sudah melakukan dokumentasi tercatat kondisi semua gunung berapi di Indonesia. Sementara sebelum masa penjajahan Belanda, kondisi gunung berapi hanya berdasarkan cerita dari mulut ke mulut yang akurasinya diragukan.

Indonesia sebagai tempat pertemuan tiga lempeng besar dunia memiliki gunung api yang berderet sepanjang zona subduksi. Sehingga, Indonesia memiliki jumlah gunung berapi terbanyak di dunia.

Beberapa gunung berapi teraktif di Indonesia adalah Gunung Kelud dan Gunung Merapi. Bahkan letusan Gunung Krakatau tahun 1883 masih dianggap sebagai salah satu yang terdahsyat sepanjang sejarah dunia.(bbc)

Tag:

Leave a Reply

© 2010 kabar baru dot com · Subscribe:PostsComments · Powered by Cendana Solusi
[ close ]
Pasang Iklan Banner Dibulan Desember 2010 Diskon 50%. Segera Hubungi: iklan@kabarbaru.com

Manfaatkan Ruangan ini - Silahkan Pasang Banner Anda disini. Hub. iklan@kabarbaru.com. atau 031 70874748