Yogyakarta – Penasehat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Amien Rais berpesan kepada ‘Aisyiyah agar bisa mengantisipasi perubahan dan mengelola perubahan dengan tidak mudah berpuas diri. Pesan kedua yang disampaikan Amien pada tabligh Akbar Muktamar ‘Aisyiyah, Sabtu Siang (03/07/2010), adalah agar ‘Aisyiyah dapat memegang kunci peradaban dunia dengan menjadi pioner perubahan-perubahan yang ada di dunia dalam kegiatan positif. Pesan ketiga adalah pemunculan bibit atau kaderasi untuk ‘Aisyiyah.
Amien mengatakan bahwa kaderisasi menjadi sangat penting bagi generasi-generasi penerus organisasi yang nantinya mengelola ‘Aisyiyah. Sebelumnya, Amien Rais memaparkan bahwa di Indonesia ada lima krisis peradaban. Krisis pertama adalah krisis ledakan penduduk. Krisis kedua adalh krisis Ekologi. Krisis ketiga adalah krsis Moral. Krisis keempat adalah krisis pangan. Dan krisis kelima adala krisis akhlak.
Acara ini juga dihadiri hadir juga Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, yang digelar setelah acara Pembukaan Muktamar di Stadion Mandala Krida . Pada akhir acara diserah terimakan pemberian bibit pohon dan penanandatangan nota kesepahaman antara pimpinan pusat Aisyiyah dengan kementrian kehutanan tentang pelaksanaan kegiatan rehabilitasi lahan dan perhutanan sosial.(SAM)