kabarbaru-Pasuruan- Walaupun di dalam Sel Tahanan, Bupati Pasuruan Dede Angga masih menunjukkan taringnya, Terbukti Pameran produk unggulan pasuruan Bangkodir (Bangil Kota Bordir) Fair oleh Bupati Dade Angga diminta di batalkan, persoalannya hanya sepele, karena alasan ketersinggungan Bupati Dade yang tidak mendapat laporan sebelum acara Bangkodir Fair digelar.
Bupati Dade yang tengah meringkuk di rutan Medaeng, meminta Kasatpol PP untuk membubarkan Bangkodir Fair yang sedianya akan diresmikan Wabup Eddy Paripurna, Sabtu (28/8/2010). Namun karena sudah mengantongi ijin penyelenggaraan dari Polres Pasuruan, akhirnya hanya acara ceremonial saja yang ditiadakan.
Menurut Wabup Eddy, pembatalan itu sebetulnya tidak perlu terjadi. Mengingat, momen tersebut merupakan even tahunan yang telah menjadi ikon Kabupaten Pasuruan. Agenda tahunan ini merupakan kebanggaan masyarakat Pasuruan.
Terkait ketersinggungan Bupati Dade karena tidak diberitahu sebelumnya, seharusnya tidak dijadikan alasan untuk membubarkan Bangkodir Fair. Sebab, selama ia berada di rutan Medaeng, segala urusan pemerintahan di Pasuruan telah ditangani wabup.
“Alasan tersebut (tanpa pemberitahuan) tidak bisa serta merta harus membatalkan kegiatan. Kan hanya persoalan tehnis, kecuali terkait anggaran keuangan, baru minta ijin bupati,” ujar Wabup Eddy.
Dikatakan, sebelum Bangkodir Fair dibuka, pihak penyelenggara yakni Aspendir (Asosiasi Pengrajin Bordir) menghadap Bupati Dade di Medaeng untuk kulonuwun. Namun karena sudah terlanjur tersinggung, Bupati Dade enggan menerima rombongan Aspendir.
“Mereka maunya kulonuwon kepada Bupati. Karena ditolak, mereka akhirnya tetap menyelenggarakan pameran meskipun bupati tidak berkenan. Berarti, kekuasaan rakyat yang dipakai. Daripada mereka diserang oleh pemilik stand yang sudah terlanjur menyewa,” tegas Wabup Eddy.(zb)