Kabarbaru.com – Jakarta- Peluang Jakarta Sananta untuk melaju ke babak final Voli Proliga 2010 menipis setelah menderita kekalahan ketiga kalinya. Pada laga terakhir putaran pertama babak empat besar, di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/5), Jakarta Sananta harus mengakui kehebatan Surabaya Samator.
Pada laga sebelumnya, Jakarta Sananta kalah dengan skor 2-3, masing-masing dari Jakarta BNI Taplus dan Palembang Bank Sumsel Babel. Sementara itu, Surabaya Samator, yang merupakan juara bertahan dalam Sampoerna Hijau Voli Proliga sebelumnya, menang 3-1 (25-17, 21-25, 25-19, 25-10).
Untuk melaju ke partai puncak, Jakarta Sananta harus memenangi tiga laga di putaran kedua babak Final Four yang akan digelar di Solo, Jawa Tengah, pekan depan. Namun, itu pun bergantung dengan hasil tim lain sebab Jakarta BNI 46 dan Palembang Bank Sumsel Babel sudah mengantongi dua kemenangan. “Peluang masih terbuka karena masih ada tiga laga lagi meskipun sangat berat karena tim lain pun pasti menargetkan kemenangan. Kami tidak akan menyerah begitu saja, kami akan habis-habisan,” ujar Asisten Pelatih Sananta Ade Kelana.
Menurut Ade, kondisi pemainnya sangat kelelahan karena pada dua laga sebelumnya sudah bermain habis-habisan hingga lima set, meskipun akhirnya kalah. “Pemain kami drop kondisinya hingga permainan tidak fokus,” tambah Ade. Ade tidak tahu harus berbuat apalagi untuk mengangkat timnya, terutama pada set keempat. Pergantian pemain sudah dilakukan, tetapi hasilnya sama saja. Pemain asingnya, Darco Milosevic dan Diego Stephanenko pun sempat diganti dengan pemain lokal. “Pergantian sudah kami lakukan, tetapi tidak membawa hal yang positif,” jelasnya.
Menurut salah satu pemain asing Jakarta Sananta, Darko Milosevic, timnya memang dalam kondisi mental dan fisik yang kurang baik. “Cuaca panas tidak bisa dijadikan alasan; itu bukan yang utama. Masalahnya adalah fisik yang terkuras setelah bermain dua kali dengan lima set,” kata pemain asal Serbia ini. Darko menilai para pemain Samator lebih kompak dan bermain lebih baik dibanding timnya. “Namun, saya percaya masih ada peluang untuk menang pada babak berikutnya,” ujarnya pasti.
Kemenangan disambut gembira Manajer Tim Surabaya Samator, Hari Trisnardjo. “Ayip (kapten tim Surabaya Samator) memenuhi janjinya kemarin: hari pertama mendapat satu set (kalah 1-3 dari Palembang Bank Sumsel Babel), kemudian dua set (kalah 2-3 dari Jakarta BNI 46), dan hari ini tiga set. Kemenangan ini tentu menjadi modal yang sangat berharga bagi kami untuk pertandingan-pertandingan berikutnya,” ujar Hari Trisnardjo. Ayip Rizal, yang bermain gemilang, mengatakan bahwa kemenangan hari ini sangat ditunggu-tunggu oleh timnya. “Saya harap, ini (kemenangan) dapat menambah rasa percaya diri kami,” tandas pemain yang lahir di Landasan Ulin, Kalimatan ini.